Beranda Nasional Kronologis Terjadinya Bentrokan FBR dengan “Security” MOI

Kronologis Terjadinya Bentrokan FBR dengan “Security” MOI

103
0
Sebarkan
 Anggota FBR yang terlibat dalam aksi pengrusakan di MOI Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Mei 2015 lalu menjalani sidang lanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 21 September 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)
Anggota FBR yang terlibat dalam aksi pengrusakan di MOI Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Mei 2015 lalu menjalani sidang lanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 21 September 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta, sewarga.com – Sidang lanjutan bentrokan Forum Betawi Rempug (FBR) dengan petugas security Mal Of Indonesia (MOI) akan kembali dilangsungkan, Senin (21/9) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan agenda pemeriksaan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berikut ini adalah kronologis singkat penyebab ‎terjadinya bentrokan massa FBR dengan security MOI yang terjadi pada Jumat (29/5) Pukul 15.00 WIB‎ dari dakwaan yang diberikan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum.

Kejadian bermula ketika Iwan Setiawan, salah satu anggota ormas FBR pada Jumat, 29 Mei 2015 dini hari menegur pekerja yang sedang memasang reklame iklan elektronik di sepanjang tampak depan MOI di Jalan Boulevard Barat, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pekerja itu kemudian masuk ke dalam area Ruko MOI memanggil security MOI dan menjelaskan dirinya dimarahi oleh salah satu anggota ormas FBR, mendengar aduan dari para teknisi itu kemudian security mendatangi Iwan.

Beberapa petugas security terlibat adu mulut tentang papan reklame iklan tersebut dan kemudian berujung dengan memukuli Iwan Setiawan sehingga mengalami luka di muka sebelah kanan, dada sebelah kiri, dan punggung sebelah kiri.

Iwan Setiawan diketahui merupakan Ketua Gardu G.064 Koja Jakarta Utara itupun kemudian mengadukan tindakan pengeroyokan yang ia alami ke Wakil Korwil I FBR Jakarta Utara, Sarmadah bin Hamdani.

Setelah itu, pagi harinya Sarmadah mengumpulkan seluruh massa dari berbagai wilayah di Jakarta Utara yang jumlahnya sekitar tiga ratus orang‎ dan melakukan konvoi menuju lokasi MOI yang menjadi tempat pengeroyokan Iwan pada dini hari sebelumnya.

Sesaat tiba di lokasi yang dituju, ratusan massa FBR melakukan penyerangan dan pengrusakan ke beberapa properti yang ada disekitarnya yang mereka lihat dan terlibat bentrokan dengan puluhan petugas security internal MOI.‎

Akibat kerusuhan di MOI, ada 19 titik benda yang mengalami kerusakan, yakni:
broom gate depan blok ‎B 30 patah
– kaca rukan Italian Walk Lantai 1 Blok B30 pecah
– papan nama ruka Italian Walk B‎lok B26 pecah
– dua kaca depan rukan Italian Walk Blok B26 pecah
– kaca lantai dan kaca samping rukan Italian Walk Blok B18 pecah
– kaca lantai rukan Italian Walk Blok B17 pecah
– kaca lantai rukan Italian Walk Blok B16 pecah
– kaca lantai rukan Italian Walk Blok B15 pecah
‎- kaca lantai rukan Italian Walk Blok B01 pecah
– kaca depan rukan Italian Walk Blok A15 pecah
– kaca pintu lobby apartemen city home Tower Manhattan Bay pecah
– kaca pintu lobby apartemen city home Tower San Fransisco Bay pecah
– kaca pos secure parking di piintu keluar kendaraan gate B05-B09 pecah
– kaca depan mobil Honda CR-V silver dengan nomor polisi B-715-MMM pecah
– kaca depan mobil Honda Jazz silver dengan nomor polisi B-1238-UFE pecah
– kap mesin depan mobil Suzuki Estillo silver dengan nomor polisi B-1898-TZF penyok
– kaca depan mobil Toyota Inova hitam dengan nomor polisi B-1614-CKI pecah
– kaca depan mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B-678-QY pecah
– kaca samping kanan mobil Toyota Yaris putih dengan nomor polisi B-1246-UZB pecah
– beberapa petugas security MOI mengalami luka-luka
– kerugian materil pihak MOI sebesar Rp 276 juta

‎Ke-6 pelaku yang melakukan penghasutan terhadap massa FBR sehingga menimbulkan kericuhan, yakni:

1. Ali ‎Akbar (40), pekerjaan buruh, pendidikan terakhir SD
2. Kuwatno bin Muritno‎ (39), pekerjaan karyawan swasta, pendidikan terakhir SMP
3. Rony bin Diyung‎ (43), pekerjaan security, pendidikan terakhir SD
4. Sarmadah‎ bin Hamdani, (45) pekerjaan karyawan swasta‎, pendidikan terakhir SMP
5. Sugandi bin Sainan‎ (45), pekerjaan buruh, pendidikan terakhir SMA
6. Suskomo alias Moko bin Sulyam (44), pekerjaan security‎, pendidikan terakhir SMA

JPU mendakwa ke-6 nya dengan dua pasal terkait, dakwaan pertama primer yakni Pasal 160 ayat 1 KUHP tentang Penghasutan‎ baik berupa lisan dan tulisan agar orang lain melakukan kekerasan Junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang Keikutsertaan. Dakwaan kedua primer yakni Pasal 170 ayat ke 2 subsider Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan beserta pengrusakan.

‎Sedangkan ketiga pelaku lainnya yang melakukan pengrusakan‎ yakni:

1. Muhammad Jaenal Aripin bin Rimun (36), pekerjaan Buruh, pendidikan terakhir SD tidak tamat kelas 2
2. Samsudin bin Nisar (36), pekerjaan karyawan swasta, pendidik‎an terakhir SMA
3. Supardi alias Atep‎ bin Badrun (41), pekerjaan karyawan, pendidikan terakhir STM

JPU mendakwa ke-3 nya dengan dakwaan primer yakni Pasal 170 ayat ke 2 subsider Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan beserta pengrusakan.‎

Sumber: Suara Pembaruan


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.