Beranda Nasional Hakim Tipikor Tolak Nota Keberatan OC Kaligis

Hakim Tipikor Tolak Nota Keberatan OC Kaligis

71
0
Sebarkan
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi suap Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan Otto Cornelis Kaligis tersenyum seusai menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan jawaban JPU terhadap nota pembelaan (eksepsi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/9). (ANTARA/Agung Rajasa)
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi suap Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan Otto Cornelis Kaligis tersenyum seusai menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan jawaban JPU terhadap nota pembelaan (eksepsi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/9). (ANTARA/Agung Rajasa)

Jakarta, sewarga.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menolak nota keberatan (eksepsi) Otto Cornelis Kaligis dalam sidang putusan sela yang dilaksanakan siang ini, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan.

“Menolak eksepsi terdakwa dan tim penasihat hukum Kaligis. Menyatakan sah menurut hukum surat dakwaan penuntut umum serta memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan perkara,” ujar Hakim Ketua Sumpeno saat membacakan putusan sela, Selasa (22/9).

Sumpeno menegaskan keberatan Kaligis dan tim penasihat hukumnya tidak beralasan. Sidang kemudian dilanjutkan pada Senin pekan depan.

Menanggapi putusan hakim, Kaligis mengaku siap menghadapi sidang berikutnya pada pekan depan. Ia tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus dugaan suap hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Kaligis diduga berperan dalam suap bersama dengan anak buahnya yang tertangkap tangan KPK tengah bertransaksi suap, M Yagari Bhastara alias Geri.

Ketiga hakim, satu panitera, dan Geri, dicokok dalam operasi tangkap tangan di Kantor PTUN Medan, Kamis (9/7). KPK menyita duit US$ 15 ribu dan Sin$ 5 ribu yang diduga sebagai duit suap.

Kaligis disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.