Beranda Politik Ketika Jokowi Sapa “Kakanda” Surya Paloh

Ketika Jokowi Sapa “Kakanda” Surya Paloh

641
0
Sebarkan
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan seusai mengadakan pertemuan di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Kamis (14/8) malam. Dalam pertemuan tersebut dibahas persiapan dan koordinasi terkait pembentukan tim transisi pemerintahan Jokowi-JK. ANTARA FOTO/Reno Esnir/pras/14.
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan)

Jakarta, sewarga.com – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh selama ini dikenal sebagai salah satu penyokong utama Presiden Joko Widodo. NasDem merupakan salah satu anggota Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung Jokowi bersama Yusuf Kalla dalam pemilihan presiden 2014 lalu.

Kedekatan antara Jokowi dengan Surya semakin terlihat saat mentan Gubernur DKI Jakarta itu memenuhi undangan saat membuka Rapat Kerja Nasional NasDem di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin (21/9).

Tak hanya hadir dan membuka acara itu, Jokowi dalam sambutannya juga menyapa Surya dengan panggilan “kakanda”. Tiga kali Surya disebut Jokowi dengan panggilan akrab itu.

“Tuan Rumah Ketum Partai Nasdem Kakanda Surya Paloh besera jujuran pengurus dan seluruh pasangan calon,” kata Jokowi saat memulai pidatonya.

Kata Kakanda kembali disampaikan Jokowi saat membahas ideologi yang harus dimiliki dalam memimpin, salah satunya adalah gerakan perubah. Ia pun mengatakan ideologi yang digunakannya adalah berdaulat, berdikari dan berkepribadian.

“Sama seperti yang sudah disampaikan Kakanda Surya Paloh,” tuturnya lagi.

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi kembali menyebut Surya Paloh saat menyinggung kondisi ekonomi Indonesia. “Seperti yang dikatakan Kakanda Surya Paloh, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi, bukan krisis ekonomi,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Surya Paloh mengatakan kondisi perekonomian dunia dalam situasi penuh ketidak pastian. Sehingga, Surya mengatakan hal itu akan memberikan implikasi langsung terhadap konsisi ekonomi dalam negeri.

Jokowi hadir untuk membuka resmi rakernas sekaligus memberikan amanat kepada kader dan seluruh calon kepala daerah yang diusung atau didukung Partai NasDem.

Sejumlah petinggi turut hadir dalam pembukaan rakernas, seperti Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie.

Beberapa menteri Kabinet Kerja juga hadir seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursydan Baldan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, turut hadir.

Semenatara petinggi partai politik lain yang hadir adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono dan Zainuddin Amali, Ketua Umum Hanura Wiranto, Ketua Umum PPP Rommahurmuziy, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Olly Dondokambey.

Turut hadir Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Diketahui, PAN resmi mendukung pemerintahan sejak dua pekan lalu. Namun, mengatakan tidak keluar Koalisi Merah Putih.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.