Beranda Nasional Taufiequrachman: Selamat Jalan Abangku

Taufiequrachman: Selamat Jalan Abangku

113
0
Sebarkan

07232731-0foto8780x390Jakarta, sewarga.com – Duka tengah menyelimuti dunia hukum Indonesia. Advokat senior yang juga pejuang HAM Adnan Buyung Nasution baru saja berpulang. Pria yang akrab disapa Bang Buyung ini wafat pada usia 81 tahun. Banyak kenangan yang tertinggal termasuk bagi Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

Sebagai pribadi, Ketua KPK Jilid I itu menganggap Buyung sangat berjasa untuknya. Selama mengabdi di Polri Ruki mengenal Buyung. Bahkan dia menganggap advokat berambut putih itu sebagai guru.

“Selamat jalan guruku. Selamat jalan abangku, semoga Allah menempatkan arwah abang bersama arwah para solihin dan syuhada. Amin,” kata Ruki, kepada Suara Pembaruan, di Jakarta, Rabu (23/9).

Menurut Ruki, Buyung merupakan tokoh hukum, demokrasi dan HAM yang konsisten. Fenomenal dan legendaris. Seluruh advokat memanggil Buyung dengan sebutan abang. Baik tua maupun muda, pertanda bahwa beliau tidak mengenal batas.

Saat menjadi Taruna AKABRI tahun 1970, Ruki mengaku banyak belajar dari Buyung tentang strategi atau siasat advokat dalam membela kliennya. Hal itu penting baginya selaku penyidik untuk memetakan langkah-langkah “lawannya” di pengadilan nanti.

“Dan saya belajar banyak dari cara, taktik dan tekniknya dalam membela kliennya untuk mengantisipasi serangan balik dari pembela para tersangka yang disidik dan dituntut,” ujar Ruki.

Tak hanya saat menjadi anggota Polri, saat duduk di parlemen, Ruki juga intens berkomunikasi dengan Buyung saat merumuskan UU KPK bersama tokoh hukum lainnya. Buyung juga anggota Pansel Capim KPK Jilid I yang menyaring Ruki dan koleganya seperti, Tumpak Hatorangan Pangabean, Erry Riana hingga terpilih menjadi komisioner KPK.

Satu hal yang paling diingat Ruki tentang Buyung adalah konsistensinya. Kalau menyangkut prinsip Buyung berani menghadapi risiko. Sifat yang sekarang ini harus dimiliki generasi muda.

“Kalau sudah menyangkut prinsip, Bang Buyung dengan siapapun berani berbeda pendapat dengan segala risikonya,” kata Ruki.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.