Beranda Ekonomi Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Masih Tertekan

Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Masih Tertekan

154
0
Sebarkan

213572_aktivitas-di-bursa-efek-indonesia-_663_382Jakarta, sewarga.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi meskipun mayoritas pasar saham global menguat. Indeks turun sebesar 34 poin atau 0,82 persen ke level 4.209 setelah bergerak di antara 4.194-4.251 perdagangan hari ini.

Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke Rp14.693 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp14.640-Rp14.727 per dolar AS.

Analis PT KDB Daewoo Securities Indonesia, Heldy Arifien menilai kekhawatiran akan perlambatan perekonomian global serta berlanjutnya pelemahan rupiah masih menjadi katalis negatif yang mendominasi pergerakan turun IHSG sepanjang sesi perdagangan hari ini.

“Tekanan jual pada mayoritas saham unggulan, terutama pada sektor perbankan yang terpuruk hingga mencapai 0,8 persen telah menyeret IHSG menguji area support 4.195-4.205,” jelasnya dalam ulasan, Jumat (25/9).

Untuk selanjutnya, kata Heldy, area support tersebut menjadi titik penentu arah pergerakan IHSG. Mengacu pada posisi jenuh jual, maka IHSG memiliki peluang untuk kembali ke dalam area 4.200 atau mencoba bergerak dalam rentang 4.190-4.290.

“Waspadai potensi menguji target support 4.100-4.110, apabila IHSG gagal berbalik arah dan bertahan pada area support 4.195-4.205,” ujarnya.

Mandiri Sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp5,1 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 3,97 triliun dan transaksi negosiasi Rp1,12 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp678,07 miliar.

Sebanyak 110 saham naik, 162 saham turun, 72 saham tidak bergerak, dan 212 saham tidak ditransaksikan. Sementara sebanyak enam sektor melemah, dipimpin oleh sektor keuangan yang turun 1,73 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 1,43 persen.

Saham di sektor keuangan yang paling terkoreksi adalah PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) yang turun 10 persen dan PT Lippo Securities Tbk (LPPS) minus 6,45 persen.

Di sektor barang konsumsi, saham yang paling melemah adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 4,86 persen dan PT Akasha Wira International Tbk (ADES) sebesar 4,09 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham menguat. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 1,76 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terapresiasi sebesar 0,43 persen, sedangkan indeks Kospi di Korsel melemah sebesar 0,22 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 2,26 persen, DAX di Jerman yang menguat 2,58 persen, dan CAC di Perancis yang terapresiasi 3,01 persen.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.