Beranda Nasional Gatot dan Evi Benarkan Ada Pertemuan Dengan Petinggi Partai Nasdem

Gatot dan Evi Benarkan Ada Pertemuan Dengan Petinggi Partai Nasdem

188
0
Sebarkan
 Gubernur non-aktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho (kiri) bersama istri Evi Susanti (kanan) berada di dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 25 Agustus 2015 (Antara/Muhammad Adimaja)
Gubernur non-aktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho (kiri) bersama istri Evi Susanti (kanan) berada di dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 25 Agustus 2015 (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, sewarga.com – Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti yang menjadi tersangka kasus dugaan suap kepada Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan membenarkan adanya pertemuan dengan sejumlah pihak dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Hal ini disampaikan pasangan suami istri itu usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (25/9).

Soal pertemuan dengan petinggi Nasdem bakal diungkap oleh Evi Susanti pada masa persidangan perkara yang menjeratnya.

Namun, Gatot enggan menjelaskan lebih jauh mengenai pertemuan tersebut. Termasuk saat disinggung mengenai isi pertemuan dan informasi yang menyebut pertemuan itu turut dihadiri oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella. Gatot mengatakan, pihak yang hadir serta materi pertemuan itu sudah disampaikan kepada penyidik KPK.

“Mungkin itu bisa ditanyakan ke penyidik,” katanya.

Evi yang juga diperiksa pada hari ini membenarkan adanya pertemuan tersebut. Evi mengungkapkan, pertemuan itu salah satunya dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi.

“Yang jelas ada Wagub (Tengku Erry) sama bapak (Gatot),” ungkapnya.

Evi tak menjawab dengan tegas mengenai kehadiran Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella dalam pertemuan itu. Namun, Evi berjanji akan mengungkap lebih jauh mengenai materi dan pertemuan itu dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Nanti di persidangan,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa Rio sebagai saksi kasus dugaan suap kepada Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan yang menjerat Evi dan Gatot, pada Rabu (23/9). Namun, usai diperiksa Rio langsung berlari menghindari pertanyaan wartawan.

Mengenakan kemeja batik warna hitam, Rio memilih langsung masuk ke dalam mobil Honda Freed bernomor polisi B 810 NKC.
Dugaan adanya unsur politis dalam kasus suap Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan sempat diungkapkan Razman Arief Nasution saat menjadi kuasa hukum Gatot Pujo Nugroho.

Saat itu, Razman menyatakan, kasus yang menjerat kliennya memiliki nuansa politis yang kental. Disebut Razman, penyelidikan dana Bansos Sumut yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tak dapat dilepaskan dari peristiwa politik sebelumnya, yakni pertikaian antara Gatot sebagai Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi yang merupakan politisi Partai NasDem.

Upaya damai yang diinisiasi oleh advokat kondang OC Kaligis sebagai kuasa hukum Gatot dan Ketua Majelis Partai NasDem itu disebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.