Beranda Internasional Pemerintah Tunggu Hasil Investigasi Arab Saudi

Pemerintah Tunggu Hasil Investigasi Arab Saudi

75
0
Sebarkan

Tragediii-minkorban-6Jakarta, sewarga.com – Tiga warga negara Indonesia (WNI) tewas dan satu orang kritis dalam insiden pelemparan jamrah di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9). Musibah ini, merupakan tragedi kedua yang menimpa jamaah haji Indonesia dalam rangkaian ibadah haji tahun ini, setelah peristiwa jatuhnya crane dua pekan lalu.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, pemerintah menunggu hasil investigasi dari Kerajaan Saudi. Iqbal menolak berkomentar tentang munculnya isu-isu yang menjadi penyebab insiden kemarin.

“Sebaiknya, tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian. Berikan kesempatan kepada Pemerintah Saudi untuk menuntaskan investigasi yang mereka lakukan sambil memberi fokus pemberian penanganan terbaik pada korban,” kata Iqbal saat dihubungi di Jakarta, hari Jumat (25/9).

Pemberitaan media asing menyebutkan, adanya penutupan dua jalur atau pintu menuju ke lokasi pelemparan jamrah, tanpa alasan yang diketahui. Hal itu, menyebabkan hanya tersisa tiga jalur menuju situs batu jumrah, sehingga jemaah penuh sesak.

Terkait hal itu, Iqbal mengatakan, buka tutup pintu sudah biasa dilakukan setiap tahunnya. “Kalau pun tidak pangeran (Saudi), ada saja presiden, perdana menteri (PM), atau raja dari negara Muslim lain yang naik haji,” kata Iqbal.

Sementara itu, Wakil Duta Besar untuk Arab Saudi, Sunarko, mengatakan, proses penyelamatan dan evakuasi korban masih berlangsung sampai saat ini.

Sunarko mengatakan, Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Muhammad bin Naif, telah memimpin rapat darurat yang melibatkan semua pihak terkait untuk membahas penyebab peristiwa serta prosedur penanganannya.

“Telah diputuskan untuk membentuk tim investigasi dalam rangka membantu penyelidikan peristiwa yang dimaksud dan melaporkan hasilnya kepada Raja Salman,” kata Sunarko lewat pesan singkat.

Proses identifikasi dan kewarganegaraan korban (baik wafat maupun luka), jelas dia, masih terus berlangsung dana akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses identifikasi selesai.

“Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) dan otoritas terkait Arab Saudi,” katanya.

Sunarko menambahkan, sejauh ini jumlah korban WNI yang dapat diidentifikasikan akibat musibah di Mina ada tiga yang meninggal yaitu Hamid Atuwi (laki laki) asal Surabaya, Saiyah (perempuan) asal Batam, dan jamaah laki laki yang belum diketahui namanya, karena tidak ada gelang identitas di tangan, namun diketahui berasal dari Probolinggo.

Sunarko mengatakan korban tewas ketiga masih dicari identitasnya dari pihak Safari Travel. Sedangkan, korban WNI keempat saat ini dalam kondisi kritis dan sedang dirawat di RS Annur Mekah.

Berdasarkan keterangan KBRI Riyadh, peristiwa jatuhnya korban jamaah haji terjadi di Jalan nomor 204 akibat terhalangnya jamaah yang sedang berjalan menuju persimpangan dengan jalan 223. Akibat membludaknya jumlah jamaah, terjadi peristiwa saling dorong dan mengakibatkan jatuhnya para jamaah haji.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.