Beranda Nasional Pemkab Gorontalo Utara Akan Kembangkan Jasa Transportasi Laut

Pemkab Gorontalo Utara Akan Kembangkan Jasa Transportasi Laut

985
0
Sebarkan
Kapal fery mengangkut penumpang menuju Pulau Madura di Pelabuhan Ujung Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/7). Menurut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) arus mudik tahun ini di Pelabuhan Ujung Surabaya mengalami penurunan semenjak digratiskannya tarif tol jembatan Suramadu untuk roda dua dan potongan tarif untuk roda empat. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ed/foc/15.
Kapal fery mengangkut penumpang menuju Pulau Madura di Pelabuhan Ujung Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/7). Menurut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) arus mudik tahun ini di Pelabuhan Ujung Surabaya mengalami penurunan semenjak digratiskannya tarif tol jembatan Suramadu untuk roda dua dan potongan tarif untuk roda empat. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ed/foc/15.

Gorontalo, sewarga.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara akan mengembangkan jasa transportasi laut untuk memajukan sektor kemaritiman di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Roni Imran di Gorontalo, Minggu (27/9), mengatakan keberadaan Pelabuhan Anggrek sebagai pelabuhan barang ekspor-impor di wilayah itu harus dimanfaatkan dengan optimal.

Oleh karenanya Pemkab membidik pengembangan tol laut, yaitu usaha kepelabuhanan khusus angkutan barang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Karakter laut lepas yang dimiliki Gorontalo Utara lebih cocok untuk pengembangan jasa transportasi laut, didukung keberadaan Pelabuhan Anggrek yang jarak tempuhnya lebih dekat dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengiriman barang dari Surabaya hanya memakan waktu tiga hari untuk sampai di Pelabuhan Anggrek.

Peluang tersebut disebutnya akan menjadi fokus pengembangan tol laut di kabupaten itu, selain program pemberdayaan komoditi perikanan dan kelautan mengandalkan garis pantai yang mencapai 317 kilo meter.

“Pelabuhan Anggrek dapat ditempuh 45 menit dari wilayah Kota Gorontalo, keberadaannya sangat berpeluang sebagai pusat angkutan barang lokal, nasional dan internasional,” ujarnya.

Dengan panjang dermaga mencapai 220 meter dan kedalaman 15 meter, keberadaan Pelabuhan Anggrek selama ini mampu melayani bongkar muat kapal mencapai 30 kali sebulan, termasuk kapal untuk ekspor jagung ke Fhilipina dan Malaysia.

Melalui berbagai penguatan infrastruktur, termasuk memperpanjang dermaga hingga mencapai 500 meter kata Roni, diharapkan aktivitas bongkar muat kapal bisa mencapai 300 kali sebulan.

Pemkab sendiri akan melakukan penguatan akses transportasi darat dari dan menuju pelabuhan itu, diantaranya mengupayakan pembangunan jalan lingkar Labanu-Anggrek yang akan lebih memperpendek jalur truk kontainer agar tidak lagi melewati puncak Pontolo yang selama ini rawan kecelakaan akibat kemiringannya sangat beresiko untuk kendaraan seperti truk kontainer.

“Upaya Pemerintah Daerah mendukung alih status pelabuhan ini menjadi Badan Layanan Umum (BLU) oleh Pemerintah Pusat diharapkan akan memuluskan target merealisasikan pengembangan jasa tol laut untuk kemajuan sektor kemaritiman di wilayah ini,” ujar Roni.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.