Beranda Internasional Pendukung Kemerdekaan Catalonia Diperkirakan Menang

Pendukung Kemerdekaan Catalonia Diperkirakan Menang

57
0
Sebarkan
(Foto: CNN indonesia)  Pendukung kemerdekaan Catalonia terus berkampanye agar bisa menang dan memisahkan diri dari Spanyol.
(Foto: CNN indonesia)
Pendukung kemerdekaan Catalonia terus berkampanye agar bisa menang dan memisahkan diri dari Spanyol.

Barcelona, sewarga.com – Partai-partai separatis diperkirakan akan memenangkan kursis mayoritas parlemen Catalonia yang akan membawa wilayah itu menyatakan diri merdeka dari Spanyol.

Jajak pendapat menunjukkan, kelompok pendukung pemisahan diri “Junts Pel Si” (Bersama-sama untuk Ya) dan partai berhalian kiri CUP akan mendapat suara kurang dari 50 persen dalam pemilihan umum pada Minggu (27/9), namun akan meraih kursi mayoritas dalam parlemen wilayah dengan 135 kursi itu.

Kedua kubu mengatakan hasil itu akan membuat mereka menyatakan diri merdeka secara sepihak dalam 18 bulan, berdasarkan satu rencana dimana penguasa baru Katalonia akan memiliki UUD sendiri dan mendirikan institusi seperti militer, bank sentra atau sistem hukum.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol yang berhaluan kanan tengah Mariano Rajoy menyatakan rencana memisahkan diri itu “tidak masuk akal” dan bertekad akan menentangnya di pengadilan.

UUD Spanyol tidak mengijinkan wilayah memisahkan diri dari negara itu.

Kepala pemerintah wilayah Catalonia Artur Mas mengatakan satu-satunya masa depan bagi wilayah itu adalah memisahkan diri dari Spanyol, tetapi hingga 5,5 juta pemilih menyatakan tidak yakin wilayah tersebut akan merdeka.

Kebanyakan dari pemilih mempergunakan hak pilih mereka untuk menekan pemerintah Katalonia dan Spanyol merundingakan sistem pajak yang yang lebih menguntungkan serta undang-undang yang akan lebih melindungi bahasa dan budaya wilayah itu.

Carmen Marfa, pensiunan berusia 65 tahun dari Barcelona yang memilih Junts pel Si menginginkan perundingan isu-isu itu segera dilakukan setelah pemilu.

“Para politisi harus bekerja keras sekarang, hentikan permainan dan buat konsesi,” ujarnya setelah mencoblos di tempat pemberian suara.

Jose Luis Bonet, arsitek berusia 43 tahun, mengatakan pemilu kali ini sangat membingungkan dan memberi citra buruk bagi Spanyol dan Catalonia di mata dunia.

“Pemilu kali ini memalukan. Lebih baik jika menyelenggarakan pemilihan seperti di Skotlandia melalui perdebatan dan informasi yang cukup sehingga pemilih bisa membuat keputusan,” katanya.

Jumlah pemilih yang memberi suara pada siang hari adalah 35 persen, lima persen lebih tinggi dari pemilu daerah sebelumnya pada 2012.

Konsekuensi

Pendukung pemisahan diri menghadapi saat yang menentukan. Dukungan bagi mereka terus menurun sejak masa puncak pada 2013 dan kegagalan mendapatkan kursi mayoritas akan memukul gerakan ini.

Hasil pemilu ini juga bisa mempengaruhi hasil pemilu Spanyol Desember mendatang.

Partai-partai nasional yang besar, yang seluruhnya berupaya mendapatkan suara lebih besar di wilayah Catalonia yang merupakan wilayah berpenduduk terbesar kedua di Spanyol, mengatakan siap berunding dengan Catalonia terkait sistem pajak yang lebih menguntungkan dan meningkatkan pengeluaran untuk proyek infrastruktur jika menang.

Reformasi UUD yang akan mengakui Catalonia sebagai satu negara di dalam pemerintahan Spanyol kemungkinan dirundingkan karena tergantung pada pemenang pemilu nasional mendatang.

Sebagian besar pengamat dan politisi mengatakan perundingan semacam itu akan memakan waktu.

“Hanya ketika paket akhir diadopsi dan ditawarkan kepada pemilih, masalah ini akan bisa diselesaikan,” kata Antonio Barroso, seorang pengamat intelijen dari Teneo.

“Jika partai-partai yang ingin memisahkan diri bisa tetap bersatu – dan ini sangat sulit – dan terus mendesak untuk meredeka, konsesi dari Madrid kemungkinan akan mendorong momentum gerakan itu,” tambahnya.

Pasar finansial juga akan memperhatikan hasil pemilu daerah ini. Meski tidak banyak investor yakin kemerdekaan akan segera diberikan, jurang antara obligasi lima tahun pemerintah Spanyol dan Catalonia mencapai titik terbesar dalam dua tahun.

Bank-bank Spanyol, termasuk yang berbasis di Barcelona, memperingatkan pemisahan diri akan menyebabkan krisis finansial. Dan Bank Sentral Spanyol mengatakan Catalonia berisiko keluar dari zona euro.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.