Beranda Teknologi Alasan Satelit Indonesia Meluncur di India, Tak Punya Roket

Alasan Satelit Indonesia Meluncur di India, Tak Punya Roket

224
0
Sebarkan
Presiden Joko Widodo meninjau Satelit Lapan-A2 yang akan segera diluncurkan dari Sriharikota, India. (dok. akun Facebook Thomas Djamaluddin)
Presiden Joko Widodo meninjau Satelit Lapan-A2 yang akan segera diluncurkan dari Sriharikota, India. (dok. akun Facebook Thomas Djamaluddin)

Jakarta, sewarga.com – Satelit Lapan-A2 hasil rakitan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bakal diluncurkan dari India hari ini, Senin (28/9) pukul 11.00 WIB. Mengapa satelit buatan lokal ini malah meluncur di negara asing?

“Kita belum punya roket peluncuran, jadi memang harus menumpang,” kata Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin saat dihubungi CNN Indonesia.

Satelit Lapan-A2 yang memiliki bobot 76 kilogram ini akan menumpang roket milik India bernama TSLV-C30 dan diterbangkan bersama muatan utama yakni satelit astronomi Astrosat yang juga milik India.

Proses perakitan Lapan-A2 memakan waktu sekitar empat sampai lima tahun. “Sebenarnya kami sudah selesai pada 2012 kemarin. Cuma baru bisa diluncurkan bulan September tahun ini karena menunggu kesiapan dari Astrosat. Karena menumpang jadi harus menunggu,” lanjut Thomas.

Roket peluncuran TSLV-C30 akan memboyong enam muatan tambahan, termasuk satelit Lapan-A2 sendiri. Muatan lainnya adalah satelit nano milik Kanada yang beratnya sektiar 14 kilogram, serta empat satelit nano dari Amerika Serikat yang masing-masing bobotnya tujuh kilogram.

Keberhasilan pembangunan satelit tersebut dianggap sebuah pencapaian kemandirian penguasaan teknologi satelit mikro yang berkerjasama dengan TU Berlin, Jerman. Diketahui Lapan-A1 telah diluncurkan pada 2007 yang saat ini masih berada di orbit pada ketinggian 630 kilometer, namun masa operasionalnya telah berakhir pada 2013.

Thomas juga menambahkan, Lapan berencana akan meluncurkan satelit ketiganya, Lapan-A3 tahun 2016 mendatang yang juga bekerja sama dengan India untuk proses peluncurannya.

Lapan-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band untuk proses komunikasi di Bumi. Untuk sistem kontrol perilaku, satelit ini dilengkapi dengan tiga wheel/serat optik laser gyros dalam axis orthogonal, dua CCD star sensor, tiga magnetic coils, enam panel surya tunggal untuk sensor matahari, dan tiga axis magnetic fields sensor.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.