Beranda Politik OC Kaligis Akui Inisiator Pertemuan di Kantor Nasdem

OC Kaligis Akui Inisiator Pertemuan di Kantor Nasdem

72
0
Sebarkan

20150811_073632_harianterbit_oc_kaligisJakarta, sewarga.com – Advokat senior OC Kaligis mengakui bahwa dirinya adalah inisiator pertemuan antara Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan Wagub Tengku Erry Nuradi dengan Surya Paloh di Kantor DPP Nasdem. Kaligis selaku ketua Mahkamah Partai Nasdem saat itu mengadakan pertemuan agar hubungan Gatot dengan Tengku Erry mencair.

“Ya betul dalam rangka islah antara gubernur dan wagubnya agar terjadi kerja sama yang baik,” kata penasihat hukum Kaligis, Humphrey Djemat kepada SP, di Jakarta, Senin (28/9).

Menurutnya, pertemuan yang diadakan sekitar Mei 2015 tersebut tidak membahas strategi untuk meredam penanganan kasus bantuan sosial (bansos) yang diselidiki Kejati Sumut. Dirinya juga membantah adanya transaksi atau penyerahan uang dalam pertemuan itu.

“Bukan karena kasus bansos di Kejati Sumut. Mengenai itu juga tidak ada dalam berkas nanti kita tanyakan dalam sidang,” ujarnya.

KPK telah memeriksa Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella. Pemanggilan Rio diduga berkaitan dengan pertemuan di Kantor DPP Nasdem. Istri Gatot, Evy Susanti mengakui adanya pertemuan tersebut namun dia tidak menjelaskan secara terperinci isi pertemuan tersebut.

Hari ini, Kaligis rencananya bakal dikonfrontasi dengan Evy Susanti, serta dua anak buah advokat kondang itu yakni, M Yagari Bhastara Guntur alias Garry, dan Yurinda Tri Achyuni, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam sidang dengan terdakwa Syamsir Yusman selaku panitera PTUN Medan, penuntut umum telah memutar rekaman percakapan saat menghadirkan saksi Evy. Rekaman yang diputar, antara lain perbincangan antara Evy dengan Garry dan perbincangan Evy dengan Kaligis.

Evy mengakui adanya pemberian uang kepada Kaligis sebesar US$ 30.000 untuk memproses perkara di PTUN. Sedangkan Garry mengakui adanya pemberian uang kepada Syamsir di ruangan panitera sebelum Kaligis bertemu Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro.

“Saya hanya tahu pas (proses) PTUN-nya Pak Kaligis minta US$ 30.000 untuk memproses PTUN,” jelas Evy.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.