Beranda Nasional Bareskrim Pastikan Kasus KY Akan Dibawa ke Pengadilan

Bareskrim Pastikan Kasus KY Akan Dibawa ke Pengadilan

47
0
Sebarkan
(Foto:beritasatu.com) Kasus Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurahman Sauri
(Foto:beritasatu.com)
Kasus Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurahman Sauri

Jakarta, sewarga.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dan Taufiqurrahman Syahuri yang telah dijadikan tersangka telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri Senin (28/9) kemarin. Polisi memastikan, kasus yang merupakan buntut dari laporan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldy dipastikan akan bermuara ke pengadilan.

“Penyidik tetap jalan, statement mereka (termasuk keterangan ahli yang menguntungkan keduanya) kelak akan diuji di pengadilan, bukan di ranah penyidikan. Kewajiban penyidik memang memeriksa saksi atau ahli yang meringankan tersangka,” kata Kasubdit III Dit Tipidum Bareskrim Kombes Umar S Fana memastikan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/9).

Mantan Kapolres Garut ini menambahkan kesaksian yang meringankan keduanya tidak harus diikuti dengan penghentian suatu perkara. “Lihat di Pasal 183 dan 184 KUHAP, jika penyidik memiliki dua alat bukti maka penyidikan dapat diteruskan. Tapi di Pasal 65 dan 116 KUHAP penyidik memang harus mengakomodir permintaan tersangka untuk memeriksa saksi atau ahli yang meringankan tersangka,” bebernya.

Seperti diketahui usai diperiksa sebagai tersangka kemarin keduanya mengatakan kasus yang dipermasalahkan pelapor merupakan sengketa pers. Mereka juga menghadirkan ahli yang menjelaskan bahwa dalam kasus ini tidak ada tindak pidana sehingga harus dihentikan. Hal itu berdasarkan pendapat Profesor Eddy OS Hiariej.

Seperti diberitakan, Suparman Marzuki dan Taufiqurrahman Syahuri dijadikan tersangka dugaan pencemaran nama baik buntut laporan hakim Sarpin Rizaldi sejak Juli lalu. Mereka mengomentari putusan Sarpin yang memenangkan praperadilan Komjen Budi Gunawan yang saat itu menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan Sarpin itu dibuat sebanyak dua kali yaitu surat berdasarkan LP/335/III/2015/Bareskrim tertanggal 18 Maret 2015 untuk Syahuri dan LP/336/III/2015/Bareskrim tertanggal 18 Maret 2015 untuk Marzuki. Dalam laporannya itu, Sarpin keberatan dengan komentar dan pernyataan negatif keduanya yang dimuat di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.