Beranda Nasional NU: Pemerintah Tak Perlu Tambah Kuota Haji RI

NU: Pemerintah Tak Perlu Tambah Kuota Haji RI

60
0
Sebarkan
Diskusi bertema tragedi Mina digelar di Jakarta belum lama ini. (Foto ilustrasi). (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)
Diskusi bertema tragedi Mina digelar di Jakarta belum lama ini. (Foto ilustrasi). (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

Jakarta, sewarga.com – Katib Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, mengatakan pemerintah Indonesia tidak perlu menambah kuota haji sebanyak-banyaknya. Sebab, dari segi ibadah, tidak ada artinya kalau tidak dijamin pelaksanaannya.

“Kita juga tidak usah menambah-nambah kuota. Kalau tidak bisa haji tidak apa-apa. Kalau ingin lihat Kabah ya umroh,” ujar Yahya dalam diskusi soal Tragedi Mina di kantor PBNU, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2015.

Yahya berkaca pada Tragedi Mina pada Hari Idul Adha lalu. Menurut dia, ibadah haji jangan dijalankan dengan ‘spaneng‘ (tegang atau kaku).

“Ada salah kaprah persepsi soal ibadah seperti haji. Ibadah cenderung menekankan bentuk formal dan malah mengabaikan esensi yang lebih penting yaitu menyangkut dampak yang ada hubungannya dengan sesama manusia,” ujar dia.

Yahya mencontohkan, ketika orang berebut ingin mencium hajar aswad sampai tidak peduli menyikut orang tua atau orang yang lemah. Dia berpendapat orang jenis ini berebut ingin mendapatkan ridho Allah tapi dengan cara menyakiti tamu Allah.

“Kalau antri dan tidak dapat mencium hajar aswad misalnya, tidak perlu stres dan tidak perlu rebutan,” katanya.

Yahya melihat fenomena ini terjadi hampir di semua tempat peribadatan yang ia anggap sebagai hal yang konyol luar biasa. Sebab, menjadikan orang tidak waras dengan alasan untuk mencari ridho Allah.

“Lebih baik pemerintah memotong kuota haji sebanyak-banyaknya sampai pada titik bisa menjamin pelaksanaan ibadah haji yang tenang, aman, dan jamaah haji bisa menemukan aspek spiritualnya.” (ren)

sumber: VIVA.co.id


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.