Beranda Nasional Berdasar Pancasila, NU dan Muhammadiyah Konsisten Tangkal Paham Radikalisme

Berdasar Pancasila, NU dan Muhammadiyah Konsisten Tangkal Paham Radikalisme

174
0
Sebarkan
Ilustrasi Pancasila (Istimewa)
Ilustrasi Pancasila (Istimewa)

Jakarta, sewarga.com – Organisasi keagamaan di Indonesia seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah diharapkan terus berpartisipasi aktif mencegah penyebaran paham kekerasan serta terorisme.

“Kalau NU dan Muhammadiyah tetap berada di jalur yang benar mengusung civil society yang disarikan dari nilai-nilai Pancasila, paham kekerasan dan terorisme akan kesulitan bergerak di Indonesia,” kata Ketua Kajian Timur Tengah dan Islam Pascasarjana Universitas Indonesia, Muhammad Luthfi Zuhdi, dalam keterangannya, Senin (5/10).

Dia menjelaskan Indonesia beruntung karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan Ideologi, yang merupakan kunci menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman paham kekerasan dan terorisme. Disampaikannya, banyak negara yang iri dengan Indonesia karena stabilitasnya luar biasa, meski di dalam negeri masih banyak permasalahan. Menurutnya, hal itu semua adalah akibat adanya pengamalan Pancasila.

Dicontohkannya, di Mesir, organisasi seperti Ikhwanul Muslimin bersama militer setempat sama-sama keras dan tidak pernah menemui titik temu. Menurutnya, itu terjadi karena civil society-nya lemah, beda dengan Indonesia yang punya Pancasila sebagai dasar pelaksanaan prinsip civil society.

“Di sana ada Al Azhar. Tapi itu tidak kuat menandingi kekuatan militer dan Ikhwanul Muslimin. Yang terjadi, siapa yang kuat, maka dia yang menguasai. Jangan sampai itu terjadi di Indonesia. Karena itu, kita harus bersama-sama memperkuat civil society,” ujarnya.

Luthi mengaku tengah melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak kekerasan, yang diharapkan bisa memberikan rekomendasi langkah bagaimana masyarakat bisa menangkal masuknya paham kekerasan. Dari pengamatan yang selama ini dia lakukan, langkah Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sudah cukup bagus.

Mantan anggota teroris yang kini justru menjadi aktivis antiterorisme, Ali Fauzi Manzi, menilai Indonesia memiliki ‘senjata’ yang ampuh dalam menangkal terorisme. Yaitu toleransi antarumat beragama. Bagi dia, para pelaku kekerasan dan terorisme menyerang melalui ideologi dan agama. Artinya, bila ideologi Pancasila dan pemahaman agama semakin kuat, otomatis
propaganda kekerasan hilang. “Terutama IS, yang akan mental dengan sendirinya,” ungkap Fauzi, yang juga adik kandung Amrozy, terpidana mati bom Bali.

Dia mendukung upaya penguatan Pancasila dan pemahaman agama, terutama dalam mengantisipasi propaganda IS yang semakin mengglobal.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.