Beranda Politik Pembunuhan Salim Kancil, Komisi Hukum DPR Berniat Panggil Kapolri

Pembunuhan Salim Kancil, Komisi Hukum DPR Berniat Panggil Kapolri

161
0
Sebarkan
Aksi solidaritas Salim Kancil di Kota Malang, Jawa Timur, Senin 28 September 2015. (VIVA.co.id/Dyah PitalokaD.A. Pitaloka (Malang))
Aksi solidaritas Salim Kancil di Kota Malang, Jawa Timur, Senin 28 September 2015. (VIVA.co.id/Dyah PitalokaD.A. Pitaloka (Malang))

Jakarta, sewarga.com – Komisi Hukum DPR berencana memanggil Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk membenahi persoalan hukum terkait usaha pertambangan di daerah. Dari hasil kunjungan ke Lumajang, Jawa Timur, Komisi III menyimpulkan persoalan tambang di wilayah permukiman penduduk berpotensi menimbulkan konflik.

“Kemungkinan kami akan memanggil Kapolri karena ternyata masalahnya tidak sederhana. Ada pembiaran, sampai ada warga kehilangan nyawa,” ujar Anggota Komisi III Akbar Faisal.

Dari kunjungan mereka, anggota Dewan mendapati adanya penyalahgunaan wewenang dari oknum pemerintah daerah setempat untuk membiarkan penambangan pasir ilegal beroperasi. Selain itu, DPR menduga uang yang dihasilkan dari kerukan pasir itu mengalir ke banyak pihak.

Dalam kasus tambang pasir di Lumajang di mana aktivis Salim Kancil terbunuh, kepala desa setempat diduga telah memanfaatkan izin perusahaan yang sudah kadaluarsa demi kepentingan pribadi dan kelompok.

“Kepala Desa ini menjadi aktor utama dari meninggalnya warga petani di sana,” ujar Akbar.

Saat melakukan kunjungan ke Lumajang, politikus Partai NasDem itu mengaku mendapat banyak pesan dan aduan yang masuk dari berbagai daerah dengan potensi kasus serupa. Aduan tersebut menurutnya datang dari Rembang, Trenggalek, Tuban, dan Bogor yang juga harus jadi perhatian DPR.

“Artinya banyak sekali masalah yang bisa saja muncul. Kami ingin menghindarkan masalah ini terjadi. Jangan lagi ada korban. Kapolri perlu dilibatkan,” kata Akbar.

Petani Lumajang sekaligus aktivis tambang Salim Kancil tewas dibunuh oleh sekelompok orang. Sementara rekannya yang juga petani dan aktivis tambang, Tosan, harus menjalani perawatan intensif karena dianiaya.

Keduanya selama ini aktif menolak keberadaan tambang pasir di daerah mereka. Kepala desa setempat yang jadi tersangka penambangan ilegal turut terlibat dalam pembunuhan Salim dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Total ada 37 tersangka dalam kasus ini.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.