Beranda Nasional Koalisi Pejalan Kaki Kritik Pohon Imitasi di Beberapa Trotoar Jakarta

Koalisi Pejalan Kaki Kritik Pohon Imitasi di Beberapa Trotoar Jakarta

35
0
Sebarkan
Pemerintah DKI meletakkah pohon imitasi di trotoar Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

*TEMPO.CO, Jakarta – * Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus menyesalkan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI yang meletakkan pohon imitasi di beberapa titik trotoar Jakarta. Pohon imitasi tersebut dinilai mengganggu pejalan kaki yang melintas.

“Kalau memang trotoar-trotoar itu cukup sempit jangan dipaksakan dipasang,” ujar Alfred melalui sambungan telepon kepada Tempo, Kamis, 31 Mei 2018.

Dalam akun Facebook-nya, koalisi pejalan kaki mengunggah foto trotoar yang terdapat pohon imitasi. Pohon imitasi tersebut antara lain terletak di Jalan MH Thamrin di depan Bank Bangkok.

Dalam foto, terlihat pejalan kaki yang melintas harus menghindari pohon imitasi tersebut. Pohon-pohon imitasi itu berada di tengah-tengah trotoar yang sempit.

Alfred mengatakan pohon imitasi itu juga dapat membahayakan penyandang disabilitas yang lewat. Sebab, kata dia, letak pohon tersebut berdekatan dengan jalur disabilitas.

“Ada juga yg sangat dekat sekali dengan jalurnya penyandang disabilitas yaitu guiding blok jalur kuning itu,” katanya.

Alfred menilai masih banyak tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan pohon imitasi. Selain itu, kata dia, lebih baik Pemprov menanam pohon asli dibanding yang imitasi.

“Kebutuhan pohon imitasi itu kan di malam hari karena ada lampunya, kenapa tak dibikin pohon asli yang dihias lampu, jadi tak mengurangi estetika dan fungsi pohonnya,” ucapnya.

Alfred berujar keberadaan pohon imitasi itu telah ada sejak perayaan tahun baru 2018 lalu. Di kawasan tersebut, kata dia, ada sekitar 20 buah pohon imitasi yang mengganggu pejalan kaki.

“Silakan tempatkan di lokasi-lokasi umum yang tak menyalahi estetika kota tapi ada beberapa spot yang menghalangi jalur pejalan kaki,” tuturnya mengomentari pohon imitasi di beberapa trotoar Jakarta.

Artikel Asli


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here