Beranda Nasional Kurang Menakutkan, Tiga Gambar Seram di Bungkus Rokok Akan Diganti

Kurang Menakutkan, Tiga Gambar Seram di Bungkus Rokok Akan Diganti

34
0
Sebarkan
Contoh bungkus rokok bergambar seram yang ditutup pita cukai.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mengganti tiga gambar seram yang biasa dipasang dalam bungkus rokok karena dianggap kurang menakutkan.

Saat ini, ada lima gambar seram berupa penyakit yang diakibatkan oleh rokok dalam kemasan produk tembakau atau peringatan kesehatan bergambar.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, tiga dari lima gambar seram tersebut diubah karena gambar sebelumnya dinilai kurang efektif dalam mencegah orang mengonsumsi rokok.

Sesuai Permenkes dan PP 109/2012, kata dia, pihaknya mengevaluasi efektivitas gambar tersebut dalam empat tahun.

“Kita maksimalkan gambar dengan kejadian di Indonesia. Melalui kementerian, lembaga swadaya, dan para pemerhati, PHW diganti,” kata Anung di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (31/5/2018), seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan, dua gambar peringatan kesehatan tetap dipertahankan karena dinilai masih efektif dalam pencegahan dan pengendalian prevalensi rokok.

Pemerintah telah melakukan survei untuk mengukur ketidakinginan dan kengerian masyarakat untuk merokok ketika melihat gambar seram tersebut.
“Yang dua masih dirasakan efektif untuk mencegah menggunakan rokok, karena ada nilainya. Kalau yang sudah tidak menakutkan lagi gambarnyaa kita cari gambar lain, ketemu dua di antaranya di Indonesia,” kata Anung.

Dia menjelaskan, perubahan gambar peringatan tersebut akan diimplementasikan oleh industri rokok dalam kurun waktu enam bulan sampai satu tahun.

Pemerintah tengah mengupayakan revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Dalam revisi tersebut juga akan dibahas perluasan gambar peringatan bahaya merokok di kemasan rokok dari yang saat ini hanya 40 persen menjadi 60 sampai 75 persen dari keseluruhan kemasan.

Editor: Sandro Gatra

Artikel Asli


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here