Beranda Politik Cium Tangan SBY, Gatot Nurmantyo Merasa seperti Cium Tangan Orangtua Sendiri

Cium Tangan SBY, Gatot Nurmantyo Merasa seperti Cium Tangan Orangtua Sendiri

24
0
Sebarkan
Wow, Begini Penataan Kawasan Kompleks GBK yang Keren Banget

JAKARTA, KOMPAS.com – Foto mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo yang tengah mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beredar di media sosial.

Foto itu kemudian menjadi pembicaraan publik.

Gatot tak menampik telah mencium tangan Presiden keenam RI itu. Hal itu terjadi di tengah safari politiknya untuk menjadi calon presiden setelah pensiun dari TNI.

Gatot mengaku, mencium tangan SBY lantaran telah menganggap sebagai orangtua sendiri.

“Saya ini prajurit, lahir dari keluarga prajurit, dan kini saya pensiun setelah melengkapi bakti saya pada negara. Orang yang saya cium tangannya ini sudah seperti orangtua saya,” kata Gatot dalam keterangan tertulis, Senin (4/6/2018).

Ia juga merasa telah diberi banyak kesempatan di TNI saat SBY menjabat Presiden. Hal itu terbukti saat dirinya diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Gatot lantas mendoakan SBY supaya senantiasa diberi kesehatan dan umur yang panjang.

“Pak SBY memimpin bangsa ini sepuluh tahun sebagai Presiden. Saya diberi kesempatan banyak oleh beliau. Dalam suasana Ramadhan mari kita berdoa, semoga Allah memberikan beliau keberkahan umur, Amin,” lanjut Gatot.

Sebelumnya Gatot bertemu SBY dalam dalam acara buka puasa bersama di kediaman mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Sabtu (2/6/2018) kemarin.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyatakan tak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut.

Ia menyatakan, saat itu Gatot yang lebih dahulu menghampiri dan lantas mencium tangan SBY. Ferdinand menilai, hal itu lumrah terjadi karena Gatot junior SBY di TNI.

Ia melanjutkan, Gatot diangkat sebagai KSAD oleh SBY sehingga bisa menjadi Panglima TNI di era Presiden Joko Widodo.

“Bintang Pak GN (Gatot Nurmantyo) didapat di era pemerintahan Pak SBY hingga menjadi KSAD dan diajukan Pak Jokowi sebagai Panglima (TNI). Wajar hal tersebut sebagai penghormatan dan rasa hormat junior kepada senior,” kata Ferdinand.

Penulis: Rakhmat Nur HakimEditor: Sandro Gatra

Artikel Asli


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here