Beranda Headline Ketika Kotak Kosong Menang Jadi Juara di Makassar

Ketika Kotak Kosong Menang Jadi Juara di Makassar

108
0
Sebarkan
Surat Suara Pilwalkot Makassar (Foto: Antara/Darwin Fatir)

Mungkin peristiwa di Makassar, Sulsel ini akan masuk dalam catatan sejarah Pilkada di Indonesia, calon tunggal diprediksi terjungkal melawan kotak kosong. Peristiwa itu terjadi dalam pemilihan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemungkinan kalahnya pasangan calon Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi diumumkan lembaga survei Celebes Research Center. Berdasarkan hitung cepat, mereka mengatakan kotak kosong unggul dengan raihan 53,31 persen.

Munafri yang merupakan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada awalnya tidak sendirian maju sebagai calon Wali Kota Makassar. Mohammad Ramdhan Pomanto selaku petahana sempat mencalonkan diri untuk periode selanjutnya.

Danny, sapaan Ramdhan Pomanto, sempat mendeklarasikan maju kembali sebagai Wali Kota Makassar dengan diusung PKS dan Gerindra. Belakangan Danny bersama Indira Mulyasari malah mendaftarkan diri lewat jalur perseorangan. Kala itu, seluruh partai politik sudah merapat ke Munafri.

Namun, Danny tidak bisa mengikuti Pilkada sebagai calon independen. Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar mendiskualifikasi Danny karena diduga menyalahgunakan jabatannya sebagai wali kota.

Setelah Danny didiskualifikasi PTUN, KPU menetapkan Munafri sebagai calon tunggal Pilwalkot Makassar. Dia harus melawan kotak kosong.

Tanpa lawan bukan berarti Munafri bisa melenggang mudah ke kursi Wali Kota Makassar. Dia malah diprediksi kalah melawan kotak kosong.

Hanya perkiraan itu tampaknya tidak bisa diterima Munafri dan Andi Rachmatika. Mereka mengklaim punya data real count yang menunjukkan data berbeda dari Celebes Research Center.

“Kepada seluruh masyarakat kota Makassar bahwa kita punya data yang sangat valid, kita punya real count yang menunjukkan 52 persen,” ujar Munafri di posko pemenangannya, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (27/6).

Jika setelah ada perhitungan KPU, pasangan calon tunggal ini dinyatakan kalah dengan kotak kosong, maka Pilwalkot Makassar ditunda hingga Pilkada serentak selanjutnya yaitu pada 2022. Selama rentang waktu sebelum Pilkada ulang, posisi wali kota akan diisi penjabat yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri. Untuk Pilkada selanjutnya itu, paslon tunggal yang kalah bisa kembali mencalonkan diri.

Artikel Asli


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.