Beranda Politik TUAN GURU BAJANG PILIH JOKOWI 2 PRIODE : Kekecewaan Atau Keberuntungan?

TUAN GURU BAJANG PILIH JOKOWI 2 PRIODE : Kekecewaan Atau Keberuntungan?

35
0
Sebarkan

IMG : Viva.co.id

Siapa yang tidak mengenal sosoknya, selain dikenal sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat, ia juga dikenal sebagai alim ulama yang berkarisma. Dimata rakyatnya ia dikagumi dan juga dihormati. Dia adalah Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, LC.,  atau kita biasa mengenalnya dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB).  Selain dikenal sebagai pejabat gubernur NTB selama dua priode yang sarat akan prestasi, dirinya juga dikenal sebagai hafidz quran dan ulama. Maka tak heran jika masyarakat di Indonesia mengagumi dan menghormati dirinya, serta berharap ia bisa maju sebagai presiden atau minimal sebagai cawapres ditahun pemilu yang akan datang.

Dalam konstelasi perpolitikan Indonesia saat ini yang terpolarisasi, TGB digadang-gadang masuk dalam bursa calon presiden dalam pilpres 2019. Dan juga diharapkan mau bergabung kedalam poros Mekkah, sekaligus sebagai calon lawan tanding bagi Jokowi yang di dukung oleh poros Beijing dalam pilpres 2019 yang akan datang.

Namun, harapan yang tinggi nyatanya tak selamanya dapat terwujud. Alih-alih menjadi lawan bagi petahana, nyatanya malah menjadi pendukung dari calon lawan  tersebut. Sontak saja hal ini membuat kaget dan terkejut bagi pihak opisisi. Bagaimana tidak? Sosok yang selama ini dikenal sebagi sosok yang ideal, potensial dan juga proporsional (bibit, bebet dan juga bobotnya) nyata nya malah memilih untuk mendukung pihak lawan sebagai calon pimimpin yang pantas memimpin Indonesia untuk lima tahun kedepan. Atau dengan kata lain, dua priode.(!)

Disaat kubu sebelah merasa terkejut dan juga kecewa, lain halnya dengan kubu yang lain. Mereka menganggap bahwa dukungan TGB ini mempertegas bahwa rezim Jokowi tidaklah dibenci oleh ulama sepenuhnya, seperti apa yang digambarkan selama ini oleh poros Mekkah (yang katanya kejam terhadap ulama). Buktinya adalah TGB yang dikenal sebagai ulama, malah mendukung Jokowi dua priode. Sontak saja, hal ini dianggap sebagai suatu keberkahan bagi pendukung Jokowi dan juga pihak koalisi. Tentunya dengan sikap TGB ini mereka berharap beliau dapat maju sebagi pendaming Jokowi untuk priode selanjutnya. Maka dengan sikap dan pernyataan TGB ini bisa dipastikan bahwa hal ini membawa kekecewaan bagi opisisi dan pihak pembenci, di lain sisi membawa keberuntungan bagi pihak koalisi dan juga pendungkung rezim ini.

Jadi teranglah sudah, bahwa tidak ada yang namanya musuh abadi. Malah yang adalah kepentingan abadi. So, jangan kecewa. Masih banyak sosok yang baik di luar sana. Cheers!

 


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.