Beranda Budaya Revolusi itu mencipta

Revolusi itu mencipta

32
0
Sebarkan


Penulis :Rifki Rahman Taufik
Domisili : Pucuk – Lamongan.
Apakah yang anda ketahui tentang menciptakan? Apakah yang ingin anda ciptakan. Tahukah anda bahwa masa depan itu tidak datang dengan mencari-cari kesalahan masa-lalu.

Di negeri ini sudah tak ada tempat lagi untuk penguasa bermental Raja, sebagaimana jaman dulu. Yang walau sejatinya plonga-plongo (Polos) tak punya pikiran untuk mencipta, namun punya banyak hadiah. Mungkin hadiah itu semacam hiburan pelipur lara. Semata-mata agar topeng penutup wajahnya yang polos tanpa dosa itu, tidak tampak aslinya. Tapi sebagus apa pun sebuah topeng. Tanpa monyet yang memakainya, maka ia hanya topeng. dan meski sebaik apapun “Topeng-monyet” memainkan peran sebagai manusia, ia hanya mampu berbuat sebatas perintah pawangnya. Jadi karena alasan itulah negeri ini, harus tidak lagi memberi tempat pada pemimpin yang Mental-nya Plonga-plongo tak punya pemikiran, dan cuma modal banyak hadiah saja. Dan hanya dengan kepolosannya tapi pongah itu, dia cuma bisa manggut-manggut (nurut) pada kehendak pawangnya. Tapi mau bagaimana lagi, memang di dalam tempurungnya tidak ada isi-nya.

Dalam politik para raja-raja jaman dulu: Plonga-plongo atau dungu itu bukan halangan. Politik mereka adalah arogansi. Etika politiknya, hanya tusuk-tusukan Keris dengan rival-nya, bagi mereka politik adalah cara merampas dunia. Politik ialah cara mengulingkan kekuasaan, agar bisa nikmati giliran berkuasa. Dan itu bahaya bagi negara yang berazaskan Pancasila.

Biar-bagaimanapun juga, Berkat rahmat “Tuhan yang Maha Esa”, Negeri ini Merdeka. Sehingga di mata Tuhan yang Maha kasih (Teistik): Penguasa dan Rakyat itu sebagai kesatuan zat satu urat, dari nilai-nilai “Kemanusiaan” (Humanistik) yang adil dan beradab (setara Hak-nya). Untuk bersama-sama berjuang demi untuk kepentingan “Persatuan” (nasionalistik) kita. Dan dengan begitu, kita bisa terima “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Musyawarah Mufakat” (demokratik) kita, agar terwujud “Keadilan Sosial” (sosialistik) bagi kita bersama.

Pada tanggal 13 April 1743 yang lalu, di Albemarle, negara bagian Virginia, Amerika serikat, bayi bernama Thomas Jefferson dilahirkan. Dan kelak saat di usia matangnya, dia menjadi Presiden ketiga Amerika serikat.

Karier awal Jefferson mirip George Washington, dan memang kedua pria ini mengabdi sebagai legislator negara bagian Virginia. Namun demikian, Washington meraih posisinya yang gemilang secara nasiaonal itu sebagai pemimpin dalam karier militer, sedangkan jefferson meraih kemasyhurannya sebagai seseorang dengan intelektualitas dan cendekiawan hukum yang Top.

Thomas Jefferson adalah lulusan dari Universitas William & Mary, dan diterima bekerja di bar Virginia pada tahun 1767. Dua tahun setelah itu, Ia tepilih masuk ke dalam Virginia House of Burgesses, atau Assembly (sidang), dan meraih banyak penghormatan dan perhatian bagi tulisan-tulisannya tentang kemerdekaan Amerika. Saat jadi anggota Kongres Kontinental, ia membuat naskah Declaration of Independence pada tahun 1776. Itulah sebabnya, jefferson dikenang sebagai penggagas independence of declaration.

Selama perang Revolusi Amerika (1775-1783), tepatnya tujuh tahun, ia bertugas sebagai gubernur Virginia dan pada tahun 1784, Kongres Kontinental telah memilihnya sebagai “Duta Besar” bagi prancis. (Perluh di catat, jefferson, adalah pencipta, tidak seperti gubernur kita yang baru saja mengabdi sebentar, bahkan belum punya prestasi yang hebat, namun sudah lekas mengajukan diri naik drajat).

Dan pada tahun 1800, jefferson terpilih pada gilirannya yang pertama dari dua priode sebagai presiden yang berjangka waktu selama empat tahun. Dalam masanya yang pertama, ia talah menurunkan pajak dan memotong budget Federal, dua ukuran yang telah membantu “Menciptakan” kemakmuran yang tersebar luas pada permulaan abad 19. Mari kita Bandingkan, dengan pemimpin kita di abad ini, yang masa awal kepemimpinannya telah menciptakan kenaikan hutang negara sehingga harga-harga melonjak. Cari saja di Google, ketik utang negara 2014-2018, kalau tidak percaya.

Bahkan pada tahun 1803, dalam tindakannya yang paling dikenang sebagai presiden, jefferson telah menandatangani kesepakatan bersama Napoleon Bonaparte untuk memperoleh daratan sangat luas yang diduduki oleh prancis di amerika utara, yang dikenal sebagai Louisiana. Waktu itu memang terjadi pertentangan, karena luas pembelian Louisiana nyaris dua kali lipat dari area Amerika Serikat dan mengakibatkan migrasi besar-besaran dari bagian barat melimtasi benua Amerika utara hingga samudra pasifik.

Begitulah jefferson, sang Revolusioner sejati, dengan tangan dinginnya ia banyak mencipta. Tapi dengan segudang prestasinya sebagai negarawan itu, ia tidak menjadi pongah. Jefferson malah mengundurkan diri ke Monticello, kampung halamannya di Virginia pada tahun 1809, di mana ia merancang Universitas Virginia yang ia cita-citakan bisa melahirkan para intelektual dan akademisi. Ia wafat pada tangal 4 juli 1826, sebagai guru dan warga negara biasa.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.