Beranda Inspirasi Sang pahlawan

Sang pahlawan

47
0
Sebarkan

Oleh :Rifki Rahman Taufik

Apakah yang anda ketahui tentang Pahlawan? Apakah karakteristik khusus Pahlawan itu. Dan apakah ada syarat-syarat khusus untuk menjadi Pahlawan. Pendek kata, apakah Pahlawan itu.

Sesungguhnya, Pahlawan adalah sosok manusia-biasa sebagaimana kita. hanya saja mereka punya keberanian lima-menit lebih lama, daripada kita. Negeri ini telah banyak mengenal nama-nama Pahlawan Nasional. Kita juga punya Bung karno sang Proklamator. Bung Hatta, Tan malaka dsb. Bahkan kita pun mengingat Empat Mahasiswa Tri-sakti (yakni, Elang Nulya, Hery Hertanto, Hendriawan Lesmana dan Hafidin Royan) yang telah gugur 13 dan 14 mei dijakarta saat awal-awal bergulirnya aksi-aksi demontrasi-demontrasi untuk tumbangkan Soeharto. Karenanya, kita nobatkan mereka sebagai pahlawan Reformasi.

Dari sana kita menarik kesan, bahwa, mereka yang di nobatkan sebagai Pahlawan adalah seseorang yang mempunyai cukup besar jasa-nya kepada kelompok atau bangsa yang mereka bela dengan jiwa dan raga-nya. Pendek kata, karakteristik seorang Pahlawan ialah individu yang hidup-nya dikurbankan untuk kepentingan orang banyak (bangsa).

Tetapi karakteristik di atas, tidak bisa digunakan untuk menilai, seseorang itu benar-benar Pahlawan sejati atau hanya Pahlawan siang-bolong tak tahu diri. Karena untuk menobatkan atau menjadikan seseorang itu sebagai Pahlawan, kita harus tahu syarat-syarat khusus yang harus dimiliki oleh seorang Pahlawan. Yakni, ia harus punya banyak musuh, atau ia adalah seseorang yang dimusuhi oleh orang-orang, kelompok, dan juga bangsa lain, yang tengah ia selisihi demi untuk membela orang-orang, kelompok dan bangsanya sendiri. Misalnya, Diponegoro, beliau adalah pahlawan nasional yang dengan penghormatan sepenuh hati kita puji-puji. Dan disamping itu, beliau juga adalah seorang penjahat sadis, atau Teroris berbahaya dan juga ancaman bagi keselamatan jiwa para kompeni (Bangsa Belanda).

Dan biar-bagaimanapun juga, tantangan-tantangan yang paling rumit dan berbahaya dalam sejarah telah dijawab oleh mereka yang memiliki karakter-karakter khusus Pahlawan. Oleh karena itulah kita menyebutnya sebagai Pahlawan. Tetapi, amat-sangat disayangkan, ternyata tidak semua manusia layak untuk menjadi Pahlawan. Bahkan kebanyakan dari para pemimpin yang kita pilih untuk menjadi kepala negara kita ini, ternyata tidak punya kualitas sebagai Pahlawan. Jangankan untuk menjawab tantangan-tantangan besar, kebanyakan dari mereka justru mengambang dalam kesangsian antara pemberontakan bisu dan penyerahan bawel. Misalnya saja, Nawa-cita, yang disebut sebagai Nawa-cita jilid satu. Kini sedang di opinikan bahwa kegagalan dari Nawa-cita pemimpin sekarang ini, karena tersandung oleh PPJMN pemimpin kabinet kemarin. Ibarat, memanjat pohon, tidak bisa sampai di ujung, maka pohonnya yang disalahkan. Pendek kata, pemimpin yang “Bijaksana” dalam permusyawaratan perwakilan tidak akan mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain, lebih-lebih lagi kepemimpinan yang sekarang sedang ia lanjutkan. Maka semestinya, jika ia bijak, dan pantas untuk jadi pahlawan, maka ia harus mampu untuk mengatasi semua tantangan-tantangan yang sedang ia hadapi, bukan malah asik menuduh atau mencari-cari kesalahan orang-orang yang sebelum ia datang untuk mempimpin.

Tidak berterima-kasih adalah dasar dari kelemahan karakter seseorang. Bagaimanapun, seorang Pahlawan ialah sesok yang sanggup untuk menjawab tantangan-tantangan yang sedang dihadapi oleh orang banyak (bahkan, Bangsanya), dan yang tidak mampu dijawab oleh orang-orang sebelumnya. Karenanya, sang Pahlawan itu seringkali di sebut sebagai si tangan dingin, pembunuh berdarah dingin, haus darah dsb. sebab, dalam dirinya ada keberanian untuk menghabisi segala halangan-rintangan yang membentanginya. Hanya demi untuk mewujudkan cita-cita Bangsanya.

Kita sudah dapatkan gambaran yang benar namun tidak lengkap, tentang karakteristik seseorang yang layak di Sebut Pahlawan. Dan syarat-syarat yang harus di miliki oleh Pahlawan. Maka dari itu, saya akan mengusulkan salah satu nama orang besar (dengan segala kebijakan-kebijakan publik-nya dalam pembangunan dan dengan segala kontroversi-nya) untuk di beri gelar Pahlawan. Tentu dalam esai saya yang akan datang.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.